Joni:
“Aku sudah tidak tahu lagi.”
“Tiap kali, selalu saja ada salahku.”
“Padahal. Aku sudah terlalu sabar dengan sikapmu.”
Jini:
“Jadi mau kamu apa ?”
“Memang kamu yang selalu menyakitiku.”
“Selalu saja ada salahku. Aku jadi bingung…”
“Apakah selama ini aku juga kurang sabar dengan sikapmu ?”
Jinot:
“Heran aku melihat kalian berdua !”
“Apa yang salah dari kalian berdua ?”
“Kalian berdua saling mencintai. Dan tentunya ada rasa sayang diantara kalian.”
“Apakah semua itu tidak membuat kalian cukup ?!?”
Aku:
“Yang salah adalah aku.”
“Aku yang membutakan cinta dan sayang itu.”
“Sebab akulah semua menjadi tak menentu.”
“Sungguh akulah egois itu”
