Pengumpan:
Tulisan
Komentar

……..

Dah lama banget aku ndak nulis ya…

Maklum kesibukan persiapan merried begitu padat. Dari yang nyiapin undangan, seserahan, mahar, ampe hunting nyari cincin kawin. Bahkan tiket aja mesti nyari jauh-jauh hari. Dan untung dapet agak murah meski mesti naek batavia.

Tapi alhamdulillah, tepat jam 10:30 WITA semuanya sudah menjadi halal. Dan banyak-banyak alhamdulillah karena terlalu banyak rizqi yang diberi oleh-Nya, hingga setiap prosesi acara kita lancar-lancar tanpa ada kendala.

Ego

Joni:

“Aku sudah tidak tahu lagi.”

“Tiap kali, selalu saja ada salahku.”

“Padahal. Aku sudah terlalu sabar dengan sikapmu.”

Jini:

“Jadi mau kamu apa ?”

“Memang kamu yang selalu menyakitiku.”

“Selalu saja ada salahku. Aku jadi bingung…”

“Apakah selama ini aku juga kurang sabar dengan sikapmu ?”

Jinot:

“Heran aku melihat kalian berdua !”

“Apa yang salah dari kalian berdua ?”

“Kalian berdua saling mencintai. Dan tentunya ada rasa sayang diantara kalian.”

“Apakah semua itu tidak membuat kalian cukup ?!?”

Aku:

“Yang salah adalah aku.”

“Aku yang membutakan cinta dan sayang itu.”

“Sebab akulah semua menjadi tak menentu.”

“Sungguh akulah egois itu”

Kosong

Biarkan melati itu nak….

Biarkan ia berkembang….

Biarkan ia tumbuh … dan biarkan ia mati

Tidak perlu engkau memaksa anakku

Semua yang tumbuh pasti akan layu

Akupun begitu

Dan juga engkau suatu saat nanti

Anakku,

Janganlah engkau tangisi apa yang hilang

Karena sesungguhnya tak ada kehilangan

Hanya berpindah

Karena saat ini hanyalah persinggahan

Dan kaupun tahu bahwa aku tak akan pernah lepas dari cintamu

Sungguh…

Note: Picture courtessy of malaikatkecil.wordpress.com (I found it on google)

lonely.jpg

Ruwet…

Kalau udah datang feel kayak gini… Ada aja bawaannya. Dan kebanyakan bawaannya tuh, males bahkan lebih cenderung ngerusak diri sendiri. Ngerusak pikiran, bahkan membuang segala kreatifitas, itupun kalau aku punya hal ini.

Padahal, meski sedikit, aku masih sadar banyak hal yang bisa aku selesaikan saat ini. Tapi… lagi-lagi kalau udah dalam kondisi begini, jadi sulit untuk mengambil keputusan. Bahkan terkadang, pikiran nalar pun ilang entah kemana. Jadi terlalu moody aja. Antara lakukan dan ngga.

Duh, dah sadar kalau semua ini karena kemalesan. Tapi kok, tetep ngga bisa melawannya ya…

Meski dah coba ngebangun semangat, bahkan mengingat-ingat deadline yang udah semakin tipis. Tapi tetep saja, ngga mampu mengubah semangat ini.

Jadi riweuh. Liyer… Sedih….

Introduction (Chapter 1)

The Begining

Lembar pertama.

Setelah sekian lama cuma ngebaca dan ngebaca blog-blog di wordpress. Wow… keren-keren tulisannya. Jadi pengen…

Saking kepengennya…  Jadi bingung mo nulis apa ?!?

Jadi inget tulisan-tulisan di milis sebelah deh. Mereka selalu sarankan, “Kalau kepengen nulis, ya tulis saja. Jangan ditunda-tunda. Dan biarkan saja tulisan itu mengalir”. Sebuah saran yang mudah sie :) Tapi kok jadi sulit ya pas nyoba dilaksanain :p

Lebih gawat lagi… dah lewat tengah malem meski otak dah setengah terkatup tapi mata ini masih saja benderang. So, ngga ada secuilpun ide yang bisa aku tulis untuk pertama kalinya.

Tapi, pengennya sie… nanti… nanti… Bakal tambah banyak ide yang masuk di otakku.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.